kisah ashabul kahfi

Ashabul kahfi adalah 7 pemuda yang beriman yang hidup dimasa raja yang zalim Diqyanus. Pada masa Raja Diqyamus semua orang wajib untuk mengikuti ajarannya. Raja Diqyamus adalah seorang raja yang yang mengaku dirinya sebagai tuhan. Dia berasal dari Persia. Dia datang bersama pasukannya kemudian membangun kerajaan di kota Afsus. Jika ada seorang yang mengikuti ajarannya maka akan diberikan hadiah, begitupula sebaliknya bagi mereka yang menantang akan disiksa sampai mati. Raja Diqyamus memiliki 6 orang mentri yang mana raja selalu meminta pendapat mereka.
Mentri tersebut bernama Tamlikho, Muksalmina, Muhsalmina, Marthuliyus, Kaythus, dan Sadaniyus. Suatu ketika terdengan kabar bahwa pasukan persia ingin membunuh raja, saat itu raja menjadi terkejut dan menjatuhkan mahkotanya. Tamlikho sang mentri tadi melihat kejadian tersebut. Tamlikho adalah seseorang yang memiliki otak yang cerdas. Saat itu terdesit di pikirannya jika Diqyanus adalah tuhan maka tentulah dia tidak akan terkejut seperti itu. Karena tuhan tidak akan pernah terkejut, ataupun buang air. Kemudian Tamlikho menceritakan semua pemikirannya tersebut kepada ke lima orang lainnya. Dan kemudian Tamlikho mengajak kelima dari mereka untuk lari dari raja yang zalim tersebut.
Kemudian Tamlikho membeli kurma dengan uang tiga dirham, dan kemudian ia pergi meninggalkan kota tersebut dengan menunggangi kuda dan meninggalkan kota sejauh tiga mil. Setelah itu mereka turun dari kuda dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di dalam perjalanan mereka berjumpa dengan seorang pengembala dan mereka meminta susu juga air. Setelah itu pengembala itu pun bertanya kepada mereka yang semuanya memiliki wajah seperti raja. Kemudian mereka pun menceritakannya dan si pengembala itu juga ingin mengikuti mereka karena dia juga meyakini bahwa itu adalah benar. Kemudian pengembala tadi membawa seekor anjing. Dan mereka menjadi khawatir jika anjing itu menggonggong. Dan kemudian anjing tersebut pun berbicara dan berkata bahwa dia bersaksi tiada tuhan selain Allah dan akan membantu mereka, dan akhirnya mereka pun mengijinkan anjing tersebut ikut.
Lalu mereka pergi mendaki gunung dan bersembunyi di dalam gua. Dan ternyata di dalam gua tersebut memiliki mata air yang bening dan beberapa pohon yang berbuah. Mereka meminum air tersebut dan memakan buah itu. Pada malam harinya mereka berada di dalam gua dan anjing tadi berada di pintu gua.
Kemudian Allah menyuruh malaikat maut untuk mencabut nyawanya sementara dan menyuruh malaikat lainnya untuk menjaga mereka. Kemudian raja Diqyanus mengetahui bahwa mentrinya telah mempercayai tuhan selain dirinya dan dengan delapan puluh ribu pasukannya raja itu pergi mencari mereka. Raja pun menemukan mereka yang sedang tertidur kemudian dia meminta tukang batu untuk menutup mulut gua tersebut dengan batu dan ia berkata katakanlah kepada mereka agar memohon kepada Tuhan mereka yang berada di langit jika benar ada maka Tuhan mereka akan mengeluarkan para pemuda itu dari sini.
Para pemuda itu tertidur selama tiga ratus sembilan tahun lamanya dan kemudian Allah membangunkannya kembali. Kemudian setelah mereka terbangun mereka hendak memakan buah dan meminum air yang ada di dalam gua tadi tetapi air tersebut telah kering dan juga pohonnya. Kemudian Tamlikho pergi keluar dan untuk membeli makanan. Tetapi sangat terkejut dirinya ketika ia melihat di pintu gerbang terdapat bendera hijau dan bertuliskan "tiada tuhan selain Allah dan Isa ruhullah" Dia juga melihat orang orang yang sedang membaca kitab Injil dan ia bertanya kepada tukang roti apa nama kota ini dan kemudian ia menjawab afsus
dan kemudian ia bertanya siapa rajanya dan ia menjawab Abdurrahman. Kemudian ketika ia hendak membayar dengan uang dirhamnya kepada tukang roti, si tukang roti pun heran melihat uang tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah harta karun. Kemudian Tamlikho berkata tetang raja Diqyanus dan si penjual roti berkata bahwa Diqyanus telah mati tiga ratus tahun yang lalu. Tamlikho pun ditangkap oleh si tukang roti dan menyerahkannya kepada raja. Kemudian raja memintah seperlima dari harta tersebut tetapi itu bukanlah hal yang di inginkan Tamlikho kemudian ia menceritakan semuanya kepada sang raja dan akhirnya raja tersebut pergi ke gua tempat mereka bersembunyi. Tamlikho pun berkata agar teman temannya tidak takut dengan suara kuda maka ia menyuruh raja dan pasukannya untuk menunggu di luar. Ketika ia masuk ke dalam dan berkata kepada teman temannya apa yang terjadi, mereka pun akhirnya sadar bahwa mereka telah tertidur selama tiga ratus sembilan tahun. Karena mereka tidak ingin ada fitnah akhirnya mereka meminta kepada Allah untuk mencabut nyawa mereka "ya Allah demi kebenaran yang Engkau tampakkan kepada kami berupa keanehan dalam diri kami cabutlah nyawa kami agar tidak seorang pun mengetahui kami" kemudian Allah pun mencabut nyawa mereka dan menutup pintu gua tersebut. kemudian penguasa tersebut mengelilingi gua selama tujuh malam tetapi tidak menemukan mulut gua. Penguasa yang beriman berkata mereka mati atas dasar agamaku dan akan kubangun di atas mulut gua ini sebuah mesjid sedangkan penguasa yang kafir berkata tidak, mereka mati atas dasar agamaku dan akan kubangun tempat peribadatan dan akhirnya mereka berperang dan penguasa mukminlah yang menang.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
March 10, 2013 delete

nice infogan sangat bermanfaat

Reply
avatar
Adha Amir
AUTHOR
April 14, 2013 delete

yg bener itu yamlikho bkn tamlikho, juga yamlikho itu penggembala

Reply
avatar